Sekda Hidayat; Atlet Sulteng Harus Bisa Berprestasi Di Tingkat Internasional

Beberapa waktu lalu, seorang atlet cabang olahraga atletik Lalu Mohamad Zohri berhasil mengharumkan nama  Indonesia pada ajang kejuaraan dunia atletik junior 100 meter putra di Finlandia. Pria kelahiran Lombok Nusa Tenggara Barat itu berhasil finish pertama dengan mencatatkan waktu 10,18 detik. Atas prestasinya tersebut ia dikenal banyak orang dan menjadi idola. Bahkan presiden Joko Widodo mengundang Zohri ke istana.
Untuk itu Sekda Hidayat berpesan, bahwa harapan akan prestasi olahraga mesti dilakukan dengan usaha yang cermat dan terukur. Salah satu usaha pemerintah daerah mewujudkannya adalah dengan terus melakukan pembinaan kepada atlet muda dan menyelenggarakan kompetisi di daerah seperti Popda. Melalui ajang ini diharapkan dapat melahirkan atlet berbakat dan berprestasi yang nantinya mengharumkan nama daerah Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut, ia merasa optimis bahwa sebagai daerah yang memiliki ciri kepulauan, Sulteng dapat membentuk dan mencetak atlet dimasa datang dengan tentu mempersiapkan sejak usia dini. Apalagi Sulawesi Tengah juga memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR), Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) dan Pusat Pembinaan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD)
“Bapak gubernur menitipkan pesan kepada kita semua. Mari kita tingkatkan prestasi olahraga kita, Sulawesi Tengah juga memiliki atlet Nasional dan Internasional, dan mereka-mereka lahir, tidak lain dari event-event yang dimulai seperti sekarang ini. Manfaatkan momen ini dengan baik. Sehinggga kita berharap dari Sulawesi Tengah kita akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang prestasi nya sampai ke tingkat internasional”, tutur Hidayat yang juga ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia Sulawesi Tengah.
Ketua Panitia Popda Sulteng 2018 Drs. Abdul Raaf Malik, M. Si melaporkan.  Popda diikuti tak kurang dari 465 atlet akan memperebutkan 77 emas, 77 perak dan 104 perunggu, dijadwalkan akan berlangsung hingga 27 Juli 2018 mendatang dan mengambil tempat di 5 lokasi berbeda, Taman Gor, Gor Beladiri Madani, Gor SMK 2 Palu, Gor Bulog dan Lapangan Sepakbola Faqih Rasyid. Dari seluruh kabupaten/kota hanya perwakilan kabupaten Morowali yang tidak mengirimkan kontingen di ajang ini. “Ini untuk pembinaan dan pembudayaan olahraga, sekaligus sebagi seleksi atlit berprestasi menuju prestasi dunia. Hanya Morowali yang tidak ikut”, ungkapnya.
Raaf Malik merinci, 8 cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan. Diantara, Sepak Bola, Sepak Takraw, Bola Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Tenis Lapangan, dan Pencak Silat. Dan pada 21-28 Oktober 2018 mendatang Sulawesi Tengah akan menjadi tuan rumah pada gelaran Pekan Olahraga Pelajar Wilayah 5 (Popwil) yang akan diikuti oleh kontingen olahraga berasal dari 7 provinsi.
Lampiran

Leave a Reply

Your email address will not be published.