Tiga Kabupaten Bakal Dirikan Sekolah SMK Pariwisata

Laporan,  Suaib
24 / 09 / 2018
beritasulteng,  Parigi – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H Longki Djanggola, M. Si mengatakan peluang industri pariwisata begitu luas, apalagi Sulawesi Tengah sektor pariwisatanya sedang terus berkembang. Peluang ini jangan sampai diabaikan, mengingat industri tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja.
Pernyataan tersebut diungkapkannya ketika memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) pariwisata Parigata di Desa Jono Kelurahan Parigi Barat, Pada Senin 24 September 2018.
Pada kesempatan itu Gubernur didampingi oleh Ny Hj Zalzulmida, SH., CN yang juga ketua ketua komisi 4 DPRD provinsi memaparkan Insya Allah tak lama lagi provinsi Sulawesi Tengah akan memiliki SMKN Pariwisata.
Pembangunan SMKN selain di Parigi Moutong, juga akan dibangun di wilayah lain. Yaitu di Toili Kabupaten Banggai dan di Bungku Kabupaten Morowali. Hal ini katanya, merupakan sebuah upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang sejalan dan sesuai dengan visi dan misi pemerintah Sulawesi Tengah.
“Sekolah ini Alhamdulillah dimulakan berkat para pejabat dan tokoh yang mengusahakannya , 3 SMK tahun ini kita dapat sesuai dengan visi misi provinsi, sampai 2021 kita memprioritaskan SMK, salah satu tujuannya untuk mengatasi pengangguran dan tenaga kerja, papar Longki Djanggola.
Bungku dan Toili selanjutnya bakal menyusul pembangunan sekolah tetsebut,  kalaw terwujud semuanya dapat menjagah dan memanfaatkan dengan baik, sekaligus di percepat persiapkan lahan.
Melalui tempat ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang lebih khusus Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten serta masyarakat.
Sekolah SMK pariwisata yang mengambil nama Parigata, kami melihat sesuatu yang pas karena Parigata adalah bunga yang terkenal di Parigi sampai Sausu. Mari kita kawal dan awasi, agar kedepannya dapat bermanfaat bagi masyarakat di sini, sekaligus sektor ini kedepan dapat menopang nilai pekerjaan sektor pariwisata yang sangat banyak, jelas gubernur yang juga pernah jadi bupati Parigi Moutong dua periode.
Sementara itu Wakil bupati Parigi Moutong Badrun Nggai yang hadir di sana, mengungkapkan terima kasih atas perkenaan gubernur beserta ibu untuk hadir memulakan pembangunan. Pembangunan SMKN Parigata yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Parigi Moutong, katanya.
Karena nantinya, para orang tua tidak perlu lagi menyekolahkan anaknya jauh-jauh  disini sudah ada. Ia menekankan, kepada warga sekitar untuk dapat membantu serta menjaga dan merawat fasilitas yang telah ada.
“Terima kasih kepada bapak gubernur dan Ibu Zalzulmida juga bunda Anak Harapan Bangsa, kita bersyukur ibu masih memperhatikan Parigi Moutong, apalagi pak gubernur tidak akan melupakan Parigi Moutong.
Dan semua pihak yang membantu terlaksananya pembangunan sekolah ini, serta sekaligus ini nantinya akan digunakan anak-anak kedepannya akan memberikan nilai bermanfaat di bidang Pariwisata.
Di Kayu Bura sudah ada seperti di Bali, Banana Boat. Diving, Saya harap warga desa Lembo, Jono, Lebo agar setelah dibangun agar dirawat. Apalagi sudah dibangun Hotel, orang tua juga tidak perlu sekolah jauh-jauh lagi menyekolahkan anaknya”, harapnya.
Selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Irwan Lahace melaporkan bahwa SMKN Parigata direncanakan akan membuka tiga jurusan kepariwisataan. Diantaranya adalah Jurusan Perhotelan, Jurusan Tata Boga, dan Jurusan Tata Busana.
Ia menambahkan, guna menjawab tantangan peningkatan pendidikan vokasional dan dunia kerja, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kemendikbud tahun ini memberikan prioritas kepada daerah di seluruh Indonesia, untuk membangun 25 sekolah kejuruan di seluruh Indonesia, sesuai dengan karakter dan potensi daerahnya. Sulawesi Tengah mendapatkan amanah untuk membangun 3 sekolah. Rata – rata tiap sekolah akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat sekira 10,7 miliar rupiah.
“Terima kasih kepada gubernur, dan ibu anak harapan bangsa Ibu Zalzulmida, sebenarnya beliau juga yang menginisiasi SMKN ini. Tahap pertama proses pembangunan adalah, kantor, kelas, WC, yang mendapat anggaran 2 miliar, ke depan akan ada laboratorium. Dan akan membuka Jurusan Perhotelan, Tata Busana, Tata Boga semua itu rumpun Pariwisata. Dan akan dijadikan SMK unggulan, diproyeksikan menjadi rujukan oleh SMK lainnya seluruh Indonesia. Kami laporkan juga bahwa Kontingen O2SN Sulteng urutan 10, SMK urutan ke 7, mohon dukungan pak gubernur, untuk memberi award, rencananya kami anggarkan tidak dalam bentuk uang tetapi laptop, insya Allah dalam APBD perubahan akan kami masukan”, tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*