Rakernas APPSI Sesalkan Harga Tiket Pesawat Terus Mengalami Kenaikan

Moh. Nasir Tula

( 20 / 02 / 2019 )

beritasulteng,  Palu – Rakernas APPSI yang di hadiri Gubernur Se-Indonesia Curhat Soal Kenaikan Tiket pesawat Ke Wapres RI Jusuf Kalla,  yang selanjutnya rekomendasi ini di serahkan ke pemerintah pusat.

Kenaikan harga tiket saat ini menjadi perhatian gubernur seluruh indonesia. Naiknya tiket yang kian mendekati ambang garis batas atas, dinilai sangat memberatkan terutama merugikan industri pariwisata dan perdagangan, terutama UMKM di daerah.

Hal ini disuarakan para Gubernur seluruh indonesia dan akan menjadi salah satu rekomendasi kepada pemerintah pusat, dalam rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Padang, Sumatera Barat, (20/2).

Raker APPSI yang mengusung tema “Reformasi Kebijakan dan Strategi Untuk Mendukung Pengembangan Produk Unggulan dan Kerjasama Antar Daerah”, dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam laporannya Ketua APPSI Drs. H. Longki Djanggola, M. Si mengungkapkan, isu berkembang 2 bulan terakhir tentang kenaikan harga tiket pesawat yang masih saja bergerak mendekati garis batas atas.

“Memang beberapa waktu lalu Bapak Presiden sudah mengeluarkan statement agar harga tiket pesawat bisa kembali diturunkan, namun sepertinya pihak airlines hanya menurunkan secara basa basi saja dengan rute-rute tertentu yang sangat terbatas,” terang Ketua APPSI Longki Djanggola.

Melalui Rapat kerja nasional diharapkan pemerintah pusat dapat mendorong pelaku industri penerbangan mempertimbangkan kembali kenaikan harga tiket. Termasuk kewajiban membayar biaya bagasi.

“Dalam kesempatan ini kami berharap Pemerintah Pusat dapat mendorong maskapai penerbangan untuk mempertimbangkan kembali kenaikan harga tiket dan kewajiban membayar biaya bagasi, mengingat dampaknya yang merugikan industri pariwisata dan perdagangan, terutama UMKM di daerah,” ungkap Longki Djanggola.

Salah satu fakta kata Gubernur Sulawesi Tengah, harga tiket Aceh langsung ke jakarta jauh lebih mahal, dibandingkan dari Aceh melalui Malaysia ke jakarta.
Diakui Wapres industri penerbangan memang mengalami kenaikan yang disebabkan dua hal, yakni bahan bakar dan lemahnya rupiah terhadap dolar. Disebutkan dengan kondisi tingginya pembiayaan industri penerbangan membuat banyak perusahaan yang harus tutup.

“Jangan sampai perusahaan mengalami kerugian yang membuat penerbangan kita semakin sedikit yang akhirnya akan semakin membengkak nya harga tiket. Untuk itu kita akan lakukan keseimbangan-keseimbangan,” kata Wapres.

Dalam kesempatan itu ketua APPSI juga menyampaikan disamping akan membahas materi untuk kepentingan internal konsolidasi APPSI, yaitu akan mengevaluasi pelaksanaan Program APPSI pada tahun 2018 dan menetapkan Program APPSI untuk tahun 2019.

Dalam Rakernas ini akan membahas rekomendasi APPSI yang hasilnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat sebagai masukan dalam rangka menetapkan berbagai kebijakan, utamanya dalam upaya meningkatkan pelaksanaan pemerintahan, otonomi daerah dan pembangunan di daerah.

( Kriman BIRO HUMAS PROTOKOL
Pemprov Sulteng )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*