Sekprov Sulteng Apresiasi Program Bantuan Bencana

Laporan, Moh. Nasir Tula

06 / 03 / 2019

beritasulteng, ┬áPalu – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Moh. Hidayat Lamakarate,M.Si Apresiasi Program Bantuan Non Tunai ( BaNTU) merupakan Respon atas terjadinya Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di Sulawesi Tengah 2018. Rabu (6/3) 2019.

Gempa bumi yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 berkekuatan 7,4 SR pada kedalaman 10 km, sehingga menyebabkan Tsunami dan likuifaksi yang mengakibatkan kerusakan di Palu, Donggala, Sigi serta parigi moutong, hal tersebut menimbulkan Korban meninggal 4.402 Jiwa, korban luka parah 10.679 orang , dan jumlah pengungsi sebanyak 172.999 Jiwa, dan mengakibatkan rumah hilang 4.050, Rumah rusak ringan sebanyak 40.085. Rumah Rusak Sedang sebanyak 26.122 . Rumah Rusak Berat sebanyak 30.148, dan Lembaga PBB memperkirakan 200.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bahwa 2,4 juta orang terkena dampak. Prioritas tanggap darurat Pemerintah Indonesia adalah perbaikan layanan dasar masyarakat termasuk air, makanan, listrik, bahan bakar, transportasi udara dan hunian sementara atau hunian tetap.

Lebih jauh Sekda Provinsi Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate menyampaikan bahwa berdasarkan kajian pemetaan pasar (joint market assessment/JMA) yang dilakukan anggota kelompok kerja Bantuan Non Tunai (PokJa BaNTu), pada bulan November 2018, secara umum kondisi pasar di area terdampak baik di Palu, Sigi maupun Donggala sudah berfungsi dengan baik. Hampir semua komoditas pangan maupun non pangan tersedia di pasar-pasar setempat dengan jumlah yang memadai dan harga yang masih cukup wajar. Kondisi tersebut diperkuat dengan semakin berfungsinya sistem birokrasi pemerintah di Provinsi Sulawesi Tengah termasuk pemerintah kabupaten / kota sehingga pola komunikasi dan koordinasi sudah berjalan lebih baik.

Sekda Provinsi Selaku Ketua Pemulihan Dampak Bencana Sulawesi Tengah dan Selaku Ketua Pusat Data dan Informasi Bencana Prov. Sulawesi Tengah menegaskan bahwa Bantuan Non Tunai (BANTU) adalah nomenklatur / tata nama yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk penyaluran bantuan finansial bagi masyarakat penerima manfaat. BANTU memiliki pengertian yang sama dengan Cash Transfer Programme / Cash Based Assistance / Cash Base Programming / Cash and Voucher Assistance (CVA) yang digunakan secara umum. Hanya saja, BANTU secara spesifik ingin memastikan bahwa bantuan finansial/ transfer dana secara elektronik, dilakukan melalui jasa keuangan untuk menghindari distribusi tunai/ dalam amplop langsung ke masyarakat penerima manfaat dan Bantuan Non Tunai saat ini menjadi pilihan banyak organisasi kemanusiaan yang bekerja untuk membantu penyintas dengan berbagai pilihan modalitas.

Hingga saat ini sudah ada lebih dari 20 organisasi/lembaga kemanusiaan di Sulawesi tengah yang memilih modalitas Bantuan Non Tunai (BaNTu) sebagai opsi implementasi programnya. Modalitas yang dipilih antara lain Bantuan Non Tunai Padat Karya (BaNTu Daya) dan Bantuan Non Tunai Multi Guna (BaNTu Guna) yang secara legal diperkuat dengan adanya panduan implementasinya melalui SK Gubernur. Saat ini tim advokasi PokJa BaNTu sedang menyusun draft Panduan Bantuan Non Tunai Sumber Penghidupan (BaNTu Hidup) atau spesfifik untuk sector livelihood dan Bantuan Non Tunai Pelatihan (BaNTu-Latih).

Lebih Jauh Sekda menyampaikan bahwa saat ini lebih dari Rp 30 Milyar dana yang sudah terdistribusikan kepada masyarakat dari 20-an organisasi / lembaga kemanusiaan non pemerintah dari sekitar RP 150 Milyar yang direncanakan. Jumlah penerima manfaat langsung mendekati 30.000 KK dari 3 wilayah paling parah terdampak bencana yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Adapun tujuan program ini kata Sekda Provinsi adalah Mendokumentasikan pembelajaran program Bantuan Non Tunai di Sulawesi Tengah untuk membangun kesiapsiagaan nasional dalam rangka respon tanggap darurat yang lebih baik di masa yang akan datang dan tujuan khususnya :
1. Mendokumentasikan capaian program Bantuan Non Tunai di Sulawesi Tengah.
2. Mendokumentasikan tantangan dan temuan penting program Bantuan Non Tunai di Sulawesi Tengah.
3. Merumuskan rekomendasi program Bantuan Non Tunai untuk respon yang akan datang dengan belajar dari pengalaman di Sulawesi Tengah dan 35 orang perwakilan anggota PoKJa BaNTu yang terdiri dari perwakilan pemerintah, UN dan NGO serta akademisi dan media.

Kriman, HUMAS PROTOKOL Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.

shares