Di Taksir 18,48 Trilyun Total Kerugian Gempa Sulteng

Laporan, Moh.Nasir Tula

02 Mei 2019

beritasulteng, Palu – Berdasarkan hasil data yang berhasil dihimpun Tim Pusdatin, Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 yang berkekuatan 7,4 skala Richter telah menelan korban mencapai 4.340 jiwa

Akibat bencana alam tersebut telah menimbulkan dampak kerugian dan kerusakan mencapai Rp18,48 triliun, dengan rincian, kota Palu Rp8,3 Trilyun Kabupaten Sigi Rp6,9 Trilyun Kabupaten Donggala Rp2,7 Trilyun dan Kabupaten Parigi Moutong Rp640 Miliar, kerugian yang paling besar adalah pada sektor permukiman karena hampir semua bangunan di sepanjang pantai teluk palu rata dengan tanah karena diterjang tsunami, belum lagi bangunan yang ada di daerah Petobo, Balaroa dan Sibalaya yang terkena likuifaksi serta bangunan lain yang rusak ringan sedang dan berat akibat gempa.

Dampak dari gempa menyebabkan kegiatan ekonomi terganggu dan hilangnya pendapatan Sebagian besar masyarakat, semua kegiatan seakan lumpuh total. Akan tetapi syukurlah kondisi tersebut sudah mulai berangsur pulih.

“Atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Tengah kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli membantu dengan ikhlas, bahu-membahu tanpa Kenal lelah baik moril maupun materil atas musibah yang dialami daerah tercinta Ini, terutama kepada para relawan, aparat keamanan unsur TNI dan Polri, lembaga pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang dengan tulus membantu masyarakat yang terdampak langsung bencana sehingga dapat sedikit meringankan beban hidup yang mereka rasakan”, ujar Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Dr. Ir. Bunga Elim Somba MSc dalam sambutannya pada acara seminar awal rencana aksi daerah pemulihan ekonomi pasca bencana di Sulawesi Tengah bertempat di Hotel Parama Su, Kamis 2 Mei 2019

Menurut gubernur pemerintah daerah Sulawesi Tengah telah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu mengatasi proses pemulihan dan penanggulangan bencana melalui tahapan tahapan dan prosedur yang telah ditetapkan mulai dari penetapan masa tanggap darurat dalam upaya pencarian penyelamatan dan evakuasi korban pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi perbaikan sarana dan prasarana dan lainnya yang berakhir sampai dengan tanggal 26 Oktober 2018, kemudian diikuti dengan penetapan masa transisi darurat penanganan pasca bencana menuju pemulihan Selama 2 bulan dan saat ini masuk pada tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi yang diharapkan berakhir sampai dengan tanggal 23 Februari 2021 yang bertujuan untuk membangun kembali masyarakat Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing dengan melibatkan semua unsur masyarakat korban bencana, para pakar perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha

“Saya berharap dengan terlaksananya seminar awal rencana aksi daerah pemulihan ekonomi pasca bencana di Sulawesi Tengah tahun 2019-2021 ini dapat melahirkan suatu gagasan strategis yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi ekonomi sehingga kinerja perekonomian Sulawesi Tengah semakin membaik, menuju kesejahteraan masyarakat,” sebut gubernur

Sementara itu panitia pelaksana Maf’ul, SE dalam laporannya mengatakan seminar awal rencana aksi daerah pemulihan ekonomi pasca bencana diikuti 70 orang peserta yang berasal dari masing-masing organisasi perangkat daerah

Sasaran dari kegiatan tersebut yakni sebagai kajian dan analisis kondisi terkini ekonomi masyarakat sulawesi tengah khususnya di wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Motong

Yang kedua kajian dan analisis isu-isu strategis dan permasalahan terkait pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana, ketiga kajian dan analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana dan yang terakhir tersusunnya rekomendasi kebijakan strategi dan program pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.

Ro. Humas Protokol

Leave a Reply

Your email address will not be published.