Prevalensi Narkoba Sulteng 36.594 Jiwa

Foto

Laporan, Moh.Nasir Tula

26 Juni 2019

beritasulteng, Palu – Narkoba adalah kejahatan yang luar biasa dengan dampak yang timbul jauh lebih merusak dan mematikan dibanding penyebaran paham radikal, terorisme perdagangan manusia dan aksi kejahatan lainnya.

Menurut data BNN prevalensi atau jumlah yang terpapar narkoba di Indonesia saat ini telah mencapai 1,77% atau lebih kurang 3.376.115 jiwa dari total penduduk Indonesia yaitu 190.650.400 jiwa mulai dari kelompok usia 10 sampai 59 tahun.

di Sulawesi Tengah prevalensi narkoba sudah menyentuh 1,70% atau lebih kurang 36.594 jiwa dari total penduduk 2.154.000 jiwa yang juga dimulai dari kelompok usia 10 sampai 59 tahun adapun jumlah kematian akibat narkoba tiap harinya berada di kisaran 30 sampai 40 jiwa.

Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Muhammad Nizam MH pada acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019 di Hotel Pattimura Rabu 26 Juni 2019

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan untuk melindungi dan menjaga sumber daya manusia atau generasi muda sebagai calon pemimpin di masa mendatang maka harus digalakkan upaya menanggulangi narkoba secara utuh mulai pencegahan, supaya tidak terkontaminasi. Pemulihan atau rehabilitasi bagi yang sudah terlanjur memakai dan penindakan ke pengedar dan pembuatnya dengan supremasi hukum yang tidak tebang pilih dan menghukum mereka semaksimal mungkin supaya ada efek jera.

“Generasi muda adalah tumpuan harapan yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan pembangunan nasional sehingga mereka perlu dilibatkan secara totalitas sebagai penggiat dalam mengkampanyekan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” sebut gubernur

hal tersebut dikarenakan generasi muda atau lebih populer dengan istilah generasi milenial yang sehari-harinya selalu bersentuhan dengan teknologi layar sentuh sehingga jika dipergunakan positif maka akan sangat membantu dalam penyebarluasan informasi upaya-upaya penanggulangan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masyarakat yang sejalan dengan tema nasional tahun ini yaitu milenial sehat tanpa narkoba menjadi Indonesia emas

“Harapan saya semua kalangan yang hadir disini akan terketuk hatinya untuk melebur dengan BNN Provinsi dalam upaya kolaboratif melindungi dan mensterilkan lingkungan, keluarga, masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, perkantoran, rumah ibadah, pasar, bandara, pelabuhan, tempat-tempat hiburan dan ruang-ruang publik dari narkoba. mari sama-sama kita wujudkan Sulawesi Tengah bersih dan bebas dari narkoba, Sulteng bangkit, stop narkoba, narkoba no, prestasi yes,”pungkas Staf Ahli Nizam dalam sambutan gubernur.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah Brigjend. Pol.Suyono MM, MBA dalam laporannya mengatakan peringatan Hari anti narkoba internasional memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia hal ini untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan menjadi ancaman kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat serta menggelorakan semangat membara dalam sebuah kebersamaan seluruh komponen bangsa sebagai upaya melawan kejahatan narkoba

Lebih lanjut dikatakannya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa oleh karena kejahatan itu harus diberantas dan ditangani secara intensif dan komprehensif

Menurutnya pihak BNN bersama seluruh komponen bangsa secara serius telah melaksanakan kegiatan nyata perang melawan narkoba sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan masyarakat Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk itu diperlukan dukungan dan perhatian dari semua kementerian dan lembaga demikian juga penambahan personil anggaran sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan operasional BNN yang semakin meningkat pengingat tantangan yang dihadapi sangat besar

Sepanjang tahun 2018 hingga Juni 2019 BNN Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan upaya membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba yakni pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat telah melakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi informasi dan edukasi p4gn mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa secara luas ke seluruh Provinsi Sulawesi Tengah dengan memanfaatkan sarana media cetak elektronik maupun media online serta tatap muka secara langsung kepada masyarakat

Tercatat pada periode kinerja sampai Juni 2019 sebanyak 172 pelajar telah dikukuhkan sebagai penggiat anti narkoba di wilayah rentan dan rawan penyalahgunaan narkoba telah mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan life skill selain peningkatan kemampuan di daerah rawan penyalahgunaan narkoba bnnp Sulteng juga telah membentuk penggiat anti narkoba di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah dengan total 575 orang yang terdiri dari pelajar mahasiswa swasta instansi pemerintah dan masyarakat

Dalam bidang rehabilitasi bnnp Sulawesi Tengah melalui lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 4177 orang pecandu dan penyalahgunaan narkoba dari tahun 2015 sampai 2018 sejumlah 56 orang rawat inap melalui balai besar rehabilitasi yang dikelola oleh BNN yang berada di Lido Bogor Makassar dan tanah merah Samarinda

Pada bidang pemberantasan dalam kurung waktu tahun 2017 hingga Juni 2019 telah terungkap sebanyak 51 kasus kejahatan narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 97 orang sedangkan barang bukti narkotika yang disita yakni narkotika jenis sabu-sabu sebesar 3053 koma 15 gram dan uang tunai 146.456.000